Sabtu, 02 Oktober 2021

HR.MUSLIM:

 ـــ  ﷽  ـــ

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلَّا عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا أَوْ ارْكُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا - (رواه مسلم) 

•‍━•  🌴  •‍━• 

_dari Abu Hurairah_

 _dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:_ "Seluruh amal manusia dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dua kali dalam sepekan. Yaitu pada hari Senin dan Kamis. Lalu Allah mengampuni dosa setiap hamba-Nya yang mukmin, kecuali orang yang bermusuhan. Maka dikatakan kepada mereka (malaikat): tinggalkanlah dahulu kedua orang ini, sampai mereka berdamai (berbaikan)." - (HR. Muslim: 4654)


( *Shahih* → ijma' Ulama) - http://hadits.in/muslim/4654

Minggu, 26 September 2021

Golongan Yang Dijauhkan Dari Syurga


 1908-Al musyarofah ok

عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ خَبٌّ وَلَا بَخِيلٌ وَلَا مَنَّانٌ وَلَا سَيِّئُ الْمَلَكَةِ وَأَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ الْمَمْلُوكُ إِذَا أَطَاعَ اللَّهَ وَأَطَاعَ سَيِّدَهُ


Daripada Abu Bakar Ash Shiddiq RA dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Tidak akan masuk syurga seorang penipu, orang yang bakhil, orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya dan pemimpin yang berperangai buruk. Orang yang pertama kali akan masuk syurga adalah hamba  yang taat kepada Allah dan kepada tuannya (majikannya)."

(HR Ahmad No: 32) Status: Isnad Makbul


Pengajaran:

1.  Rasulullah SAW memberi amaran kepada umatnya dengan ancaman tidak akan masuk syurga kepada mereka yang mempunyai diri-ciri berikut:

a.  Orang yang menipu

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي مَنۡ هُوَ مُسۡرِفٞ كَذَّابٞ 

Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada٢٨ orang yang melampaui batas, lagi penipu.

(al-Ghafir: 28)

b.  Orang yang bakhil

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي مِنْ بَيْتِي إِلَّا مَا أَدْخَلَ عَلَيَّ الزُّبَيْرُ أَفَأُعْطِي قَالَ نَعَمْ وَلَا تُوكِي فَيُوكَى عَلَيْكِ يَقُولُ لَا تُحْصِي فَيُحْصَى عَلَيْكِ

Daripada Asma' binti Abu Bakar RA ia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki sesuatu kecuali apa yang diberikan oleh Zubair kepadaku, apakah aku harus bersedekah dengannya?" Nabi menjawab: "Ya, dan janganlah engkau bakhil, maka Allah akan bakhil kepadamu.

(Sunan Tirmidzi No: 1883) Status: Hadis Hasan Sahih. 

c.  Orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti (perasaan si penerima).”

(Al-Baqarah: 264)


d.  Pemimpin yang berperangai buruk (pemimpin yang menjauhkan rakyat daripada kehidupan yang sejahtera)


Jadilah kita pemimpin yang benar-benar mengutamakan rakyat di bawah. Janganlah kerana kepentingan kedudukan dan pangkat, kita sanggup menyusahkan rakyat. 


2.  Orang yang pertama kali akan masuk syurga adalah hamba  yang taat kepada Allah dan kepada tuannya (majikannya).

Jumat, 24 September 2021

S A B A R

*Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda*

*مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ*

*“Tidaklah seseorang diberikan suatu pemberian yang lebih baik dan lebih besar daripada kesabaran.”*

*📗(HR. Bukhari dan Muslim)*


1⃣ Sabar adalah anugerah berharga yang diberikan kepada seseorang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

*وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ*

*“Sabar adalah cahaya.”*

2⃣ Sabar itu cahaya bagi pelakunya. Jika hidup seseorang diterangi oleh cahaya, maka ia akan mampu melewati jalan dan terhindar dari gangguan jalan karena ada cahaya yang menerangi. Dengan cahaya itu juga seseorang akan lebih mudah mencapai tujuannya, hingga orang-orang yang sabar berjumpa dengan Allah di hari kiamat.

3⃣ Sesungguhnya kebutuhan umat Islam akan kesabaran adalah kebutuhan yang sangat mendesak, karena sabar sangat dibutuhkan dalam setiap situasi dan kondisi. Seseorang tidak akan mampu menunaikan satu amalan taat apapun kecuali dengan tabiat sabar. 

Demikian juga seseorang tidak akan mampu menjaga dirinya dari hal-hal yang diharamkan kecuali dengan adanya kesabaran. Dan seseorang tidak akan mampu bertahan melewati derita dan kesulitan musibah kecuali dengan sikap sabar. Oleh karena itu, para ulama mengatakan bahwa sabar itu ada tiga jenis: 

(1) sabar dalam ketaatan

(2) sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan

(3) sabar atas takdir Allah yang menyedihkan.

4⃣ Seseorang yang tidak memiliki kesabaran, bagaimana bisa ia menjaga shalatnya, menjaga puasanya, dan menunaikan ketaatan secara sempurna? Orang yang tidak memiliki kesabaran juga tidak akan mampu menjauhi perbuatan dosa dan ia juga tidak akan mampu menahan derita musibah dunia. Oleh karena itu, kita benar-benar sangat membutuhkan kesabaran dalam kehidupan kita.

5⃣ Kesabaran adalah akhlak yang agung dan penguat jiwa yang memperbagus keadaan seorang hamba. Dengan kesabaran seorang hamba mampu bertahan dalam menghadapi musibah. Kesabaran menguatkan jiwa dari putus asa dan kesedihan, menahan lisan dari amarah dan kebencian, mencegah tangan dari ratapan dengan memukul pipi dan merobek saku. Inilah peranan sabar dalam menghadapi takdir Allah.

*Allah Ta’ala berfirman*

*يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ*


*“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”*

*📖(QS. Ali Imron [3] : 200)*


*Allah Azza wa Jalla berfirman :*


*وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ*


*“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”*

*📖 (QS. Ali Imran: 146)*


*Allah juga bersama orang-orang yang sabar,*


*إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ*


*“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”*

*📖(QS. Al-Anfal: 46)*


*﴿وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ﴾ [البقرة:١٥٥-١٥٧]*


Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” 

*📖(QS. Al-Baqarah: 155-157)*

 *Firman-Nya*

*يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ*

*“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.”*

*📖(QS. Ali Imran: 100)*

 *Firman-Nya*

*وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ**

“Jika kalian bersabar, yang demikian lebih baik bagi orang-orang yang bersabar.”*

*📖 (QS. An-Nahl: 126)*

Rabu, 22 September 2021

Hamba yang Dicintai ALLAH (HADITS DAN QUR'AN)

 *ONE DAY ONE HADITS*


Selasa, 22 Muharrom 1443 H/ 31 Agustus 2021

*عن أبي هريرة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:*

*إنَّ اللَّهَ إذا أحَبَّ عَبْدًا دَعا جِبْرِيلَ فقالَ: إنِّي أُحِبُّ فُلانًا فأحِبَّهُ، قالَ: فيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنادِي في السَّماءِ فيَقولُ: إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلانًا فأحِبُّوهُ، فيُحِبُّهُ أهْلُ السَّماءِ، قالَ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأرْضِ، وإذا أبْغَضَ عَبْدًا دَعا جِبْرِيلَ فيَقولُ: إنِّي أُبْغِضُ فُلانًا فأبْغِضْهُ، قالَ فيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنادِي في أهْلِ السَّماءِ إنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ فُلانًا فأبْغِضُوهُ، قالَ: فيُبْغِضُونَهُ، ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضاءُ في الأرْضِ*.


_*"Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya: Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan maka cintailah ia. Lalu Jibril ikut mencintainya, kemudian berseru di langit: Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan maka cintailah ia. Lalu penduduk langit turut mencintainya, kemudian diturunkan rasa cinta kepadanya di bumi. Dan jika Allah membenci seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya: Sesungguhnya Aku membenci si Fulan maka bencilah ia. Lalu Jibril ikut membencinya, kemudian berseru di langit: Sesungguhnya Allah membenci si Fulan maka bencilah ia. Lalu penduduk langit turut membencinya, kemudian diturunkan rasa benci kepadanya di bumi." [HR. Bukhari, Muslim]*_

*Pelajaran yang terdapat di dalam Hadist diatas:*

1️⃣ Banyak orang yang mengaku cinta kepada Allah subhanahu wa ta'ala, akan tetapi apakah Allah juga mencintai kita?


2️⃣ Makna  diletakkan untuk si fulan tersebut penerimaan di muka bumi sebagaimana dijelaskan An-Nawawi rahimahullah, yaitu:


*الحب في قلوب الناس ، ورضاهم عنه ، فتميل إليه القلوب ، وترضى عنه*


*“Kecintaan di hati manusia (kepada orang tersebut), mereka menerimanya, condong hati mereka kepadanya dan mereka meridhainya”* _(Syarah Shahih Muslim An-Nawawi)._


3️⃣ Bahwa kecintaan di hati manusia (kepada seseorang) adalah tanda kecintaan Allah ‘Azza wa Jalla”


*Tema Hadist yang berkaitan dengan Al-Qur'an:*


_- Ada beberapa golongan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala :_


*- Orang yang bertakwa.*


*بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ [آل عمران: 76]*


_*"Sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, Maka Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." [QS.Ali ‘Imran:76]*_


*- Orang yang berbuat baik.*


*وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ* 


_*"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." [QS.Al-Baqarah:195]*_


*- Orang yang bertaubat dan mensucikan diri.*


*إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ* 


_*"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri." [QS.Al-Baqarah:222]*_


*- Mengikuti sunnah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.*


*قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ*  


_*"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS.Ali ‘Imran:31]*_


*- Orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.*


*فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ* 


_*"Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." [QS.Ali ‘Imran:159]*_


*- Orang-orang yang adil.*


*وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ* 


_*"Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil." [QS.Al-Maidah:42]*_

Kamis, 16 September 2021

Memakan Daging Saudara SeIslam


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْن مَسْعُودٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ رَجُلٌ فَوَقَعَ فِيهِ رَجُلٌ مِنْ بَعْدِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "تَخَلَّلْ" قَالَ: وَمَا أَتَخَلَّلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَكَلْتُ لَحْمًا قَالَ: "إِنَّكَ أَكَلْتَ لَحْمَ أَخِيكَ

Daripada Abdullah ibn Masud RA beliau berkata : Kami berada di sisi Nabi SAW, kemudian berdirilah seorang lelaki, dan seorang lelaki lain menceritakan keaibannya selepas dia pergi, berkata Nabi SAW : “Keluarkanlah ia (baki-baki makanan) dari celah-celah gigimu!”, kemudian dia berkata : Apa yang perlu aku keluarkan? Aku tidak makan apa-apa daging! Baginda berkata : “Sesungguhnya engkau telah memakan daging saudaramu.”

(HR Thabarani  No: 13145) Status: Hadis Sahih


Pengajaran:


1.  Mengumpat adalah perbuatan yang dilarang oleh Islam.


2.  Orang yang mengumpat diumpamakan seperti memakan daging saudara Islam yang lain. Firman Allah:

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَ لَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ ١٢ 

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani. (al-Hujurat: 12)


3.  Ibn Kathir: Mengumpat adalah haram secara ijma’ dan tidak dikecualikan suatu apa pun dari itu melainkan terdapat maslahah (kebaikan) pada mengumpat lebih kuat daripada mafsadahnya (kerosakan) (Ahmad Syakir, ‘Umdat al-Tafsir, 3/359)


4.  Al-Nawawi dan Ibn Qudamah menyebut 6 keadaan mengumpat diharuskan oleh syarak:


a.  Membuat aduan mengenai kezaliman kepada pihak berkuasa atau  hakim agar kezaliman dapat dibanteras dan diadili.


b.  Meminta bantuan untuk mengubah kemungkaran dan maksiat 


c.  Meminta fatwa 


d.  Memberikan peringatan kepada orang lain terhadap kejahatan seseorang agar setiap orang terhindar daripada kejahatannya.


e.  Seseorang yang terang-terang melakukan kemungkaran.


f.  Dibolehkan jika dia memang dikenali dan dipanggil dengan gelaran-gelaran tertentu seperti si buta dan dia redha dengannya





11hb September  2021

04hb Safar 1443H

Rabu, 15 September 2021

Hadist cinta kpd Allah & RasulNya.*

 *


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ


Dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiga (perkara) yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu: 

-- *Allah* dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya(dari segalanya). 


-- Dan siapa yang bila mencintai seseorang, dia tidak mencintai orang itu kecuali *karena Allah azza wajalla.*


-- Dan org yang benci kembali kepada kekufuran, seperti dia benci bila dilempar ke neraka". (HR. Bukhari) [No. 21 Fathul Bari] Shahih Hadist.



Salam tauhid ☝

Empat Hal yang Ditakuti Rasulullah terhadap Umatnya

 
_Riwayat Jabir bin Abdullah. Rasulullah saw. bersabda;

_
أخْشى مَا خَشِيتُ على أُمَّتِي كِبَرُ البَطْنِ ومداومة النوم والكسل وضعف اليقين


Sesuatu yang paling aku khawatirkan terhadap umatku ada perut buncit (karena banyak makan), sering tidur, rasa malas, dan lemah keyakinannya. (HR Darqutni).
1. *Perut Buncit,*
 Menurut Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan, perut buncit yang dimaksud adalah terlalu banyak makan dan minum. Biasanya orang yang terlalu banyak makan itu mengecilkan keinginan kuatnya.
2. *Sering Tidur,*
Tidur yang dikhawatirkan Rasulullah adalah tidur yang dapat menyebabkan banyak sekali aktivitas bermanfaat seseorang yang tertinggal. Terlebih lagi, bila orang tersebut memiliki banyak kewajiban yang harus dipenuhi. Misalnya, menafkahi keluarganya.
3. *Malas,*
Dalam sebuah keterangan disebutkan bahwa kemalasan dalam menjalankan ibadah fardhu dan sunah itu dapat menyebabkan hati kotor dan pikiran tidak jernih. Dalama riwayat al-Dailami, Aisyah menyebutkan bahwa terdapat tigal hal yang dapat membuat hati keras, yaitu rakus, suka tidur, dan terlalu santai.
 
Doa Agar Terhindar dari Malas:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ وَالهَرَمِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ القَبْرِ، وَعَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الَمسِيحِ الدَّجَّال

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan usia jompo, perbuatan dosa dan hutang, fitnah kubur dan azab kubur, fitnah neraka dan azab neraka, keburukan fitnah kekayaan, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kemiskinan dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Masih Dajjal.”
4. *KEYAKINAN YANG LEMAH,* Menurut ulama, keyakinan seseorang akan takdir Allah yang menimpanya merupakan ukuran atas keimanan yang dimiliknya. Orang yang tidak pernah mengeluh atas apa yang menimpanya, baik berupa kesenangan ataupun keburukan, itu pertanda ia sudah yakin akan kehendak Allah. Semua yang menimpanya adalah kebaikan yang diberikan Allah, walaupun secara zahir terlihat tidak baik.
_Mahdi Hamzah Muladawilah_